Tandaseru — 74 SD dan SMP di kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, resmi berganti nomenklatur. Sekolah-sekolah yang sebelumnya bernama SD dan SMP unggulan dan merupakan gabungan dari sejumlah sekolah kini dikembalikan seperti sebelumnya, baik dari sisi nama maupun sistem pembagian sekolah.
“Ini adalah kebijakan pak bupati. Yang pertama diukur dari standar mutu sekolah, unggulannya tidak ada. Yang berikut sistem sekolah unggulan yang diterapkan itu belum unggul,” ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Basri Sabadar kepada tandaseru.com, Kamis (18/9/2025).
Berdasarkan fakta di lapangan, kondisi bangunan sekolah serta keunggulan para tenaga guru belum maksimal. Karena itu, pada pemerintahan Rusli Sibua dan Rio Christian Pawane akan dikembangkan lebih baik lagi.
“Karena kalau sekolahnya unggul maka gurunya harus unggul. Karena percuma bangunannya unggul tapi gurunya belum unggul. Jadi harus SDM-nya siap dulu baru sekolahnya unggul. Jadi sekarang kita lagi mulai benahi untuk peningkatan sumber daya guru, pemberdayaan kapasitas guru, peningkatan kapasitas kepala sekolah, sehingga sekolah punya kompetensi,” jelasnya.
Oleh sebab itu, saat ini sekolah tidak lagi menggunakan nama sekolah unggulan melainkan dialihkan nomenklaturnya menjadi SD Negeri Morotai dan SMP Negeri Morotai. Untuk data sekolah di Pulau Morotai yang tersebar di enam kecamatan, SD sebanyak 54 sekolah negeri dan SMP sebanyak 20 sekolah negeri.
“Tidak lagi menggunakan nama sekolah unggulan. Dari SD Negeri 1 sampai Negeri 54 dan SMP negeri 1 sampai Negeri 20 semua sudah berubah,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.